December 2006


Ada yang aneh dengan traffic emailku di outlook dan gmail, kok bisa-biasanya sih terima cuma puluhan email per harinya, padahal biasanya ratusan bahkan kerap aku deleted karena tidak sempat membacanya. Sehari dua hari perubahan itu belum begitu terasa, tapi kok lama kelamaan terasa ada yang hilang ya….

Yap, semenjak akrab dengan dunia virtual dimana fasilitas email, chatting, blog menjadi menu keseharian, terasa ada yang kurang kalo sehari saja tidak online di internet. Apalagi dengan kondisi sekarang dimana akses internet melambat akibat putusnya jaringan di Asia, wahhh…terasa sekali perubahannya. Hm, mungkin lebih tepatnya karena selama ini aktifitas kantor hampir 100 persen mengandalkan internet sebagai sarana berkomunikasi, ya beginilah jadinya jika sedang ada trouble, apalagi kali ini kasusnya bukan kelas lokal, tapi kelas internasional…

Sampai kapan ? belum tahu, hanya waktu yang akan menjawabnya…

Setelah menunggu sekian lama, alhamdulilah akhirnya uang klaim asuransi kehilangan motor tempo hari cair juga. Leganya…

Kabar baik ini laksana oase di tengah keterdesakan kondisi finansial aku hari-hari terakhir. Yap, bagaimana nggak. Pasca kehilangan motor, aku dibebani oleh biaya operasional yang semakin meninggi. Karena ternyata pihak leasing tidak akan menutup tagihan motor selama klaim asuransi-nya belum cair. Alhasil, tagihan masih berjalan namun motor sudah tidak di tangan. Belum lagi, kenyataan harus back to be angkoters, naik umum lagi kalo kemana-mana, ongkos membengkak melambung tinggi…

Tapi, ya sudahlah. Yang lalu biarlah berlalu…hehe. Tokh sekarang keadaan insyaAllah akan kembali ‘normal’, walo mungkin aku rugi waktu karena harus urus ini itu. Gpp-lah untuk pembelajaran kedepan supaya lebih hati-hati lagi. Coz, aku percaya bahwa ” Every Cloud Has A Silver Lining “, dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan….amin. :-)

Ah, senangnya hari ini. Barusan dapat telepon lagi dari Lombok, NTB soal toko grosir sepatu ABINYA yang baru kurintis. Yap, alhamdulilah, akhirnya setelah sekian lama toko online-ku di dunia maya mulai dilirik orang. Sebelumnya juga beberapa email dan SMS masuk ke inbox gmail dan outlook-ku menanyakan hal serupa. Wowww…subhanallah. Walaupun tidak semuanya closingat least aku jadi yakin untuk terus pasang dan membenahi tampilan di toko online-ku itu supaya makin oke, profesional dan makin menarik untuk dikunjungi…yah, itung-itung test case sebelum pasang website beneran, buktinya kan blog-nya aja dilirik…alhamdulilah.

Yah, aku sih yakin aja selama kita berusaha keras dan tetap fokus, insyaAllah ada hasilnya. Hm, sebenarnya perjalananku terjun dibisnis sepatu ini juga terbilang unik, mungkin juga sedikit nekat ya. Gimana nggak, lha wong gak ada pengalaman sama sekali sebelum ini. Cuma aku sudah bertekad, kali ini aku harus bisa setelah sebelumnya cukup ‘babak belur’ coba-coba peluang yang ada. AKU HARUS BISA. Itu saja tekadku saat ini.

Walaupun baru seumur jagung, aku merasa optimis bahwa suatu saat bisnis sepatu yang kurintis ini bakalan sukses, insyaALLAH. Aku melihat ada potensi besar yang bisa digali disini. Membayangkan suatu saat aku punya ‘brand‘ sepatu sendiri yang kemudian modelnya disukai, booming dan membanjiri pasar…subhanallah. Ngimpi dulu ga papa kan ? justru dari impian itu aku jadi termotivasi untuk berbuat yang terbaik.

Seperti saat ini, disela-sela rutinitas kantor yang menjemukan, ada dering di HP-ku terdengar indah, “Halo, Pak, saya bisa pesan sepatunya dengan macam-macam model ?, Bisa dapet diskon sampe 50% ga ? dan si empunya suara adalah seseorang yang berada nun jauh disana…”. Doakan ya rekans, hope my dreams come true someday.

-Jakarta, disuatu pagi yang cerah, akhir Desember 2006.-

Seorang wanita berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya.

Di tangan kirinya ada kapur,  di tangan kanannya ada penghapus.

Sang guru berkata, ” Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah ” Kapur”!, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus”!. Murid-muridnya pun mengangguk tanda mengerti dan kemudian mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat tangan antara kiri dan kanan, semakin lama semakin cepat.

Beberapa saat kemudian, sang guru kembali berkata, ” Baik, sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah, “Kapur!”. Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, namun tentu saja murid-muridnya kerepotan dan kelabakan dan sangat sulit untuk merubahnya.

Tapi, lambat laun mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi terasa sulit. Selang beberapa saat permainan terhenti. Sang guru tersenyum pada murid-muridnya.

” Anak-anak, begitulah kondisi kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, dan bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara untuk membalik sesuatu, dari yang haq menjadi bathil dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita untuk menerima hal tersebut, tapi karena terus menerus disosialisasikan melalui pelbagai cara yang menarik, akhirnya lambat laun kalian akan terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak akan pernah berhenti membalik nilai.

“Pacaran tidak lagi dianggap sesuatu yang tabu, selingkuh dan zinah tidak lagi jadi persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi suatu hiburan, materialis, hedonis dan permisif menjadi gaya hidup pilihan, dan sebagainya…”

— Yap, kita lihat dua fenomena sekarang. Ramai diberitakan seorang ustadz terkenal berpoligami dan di saat yang sama ramai pula diperbincangkan seorang anggota dewan yang terhormat terlibat kasus perzinahan dan perselingkuhan. Coba bertanyalah pada diri sendiri, mana yang mengundang reaksi lebih keras ? masyaAllah, tidak dapat disangkal bahwa seorang ustadz yang nyata-nyata menggunakan cara yang halal dan sah untuk berpoligami lebih hebat reaksinya. Bandingkan dengan kasus anggota DPR, hanya beberapa kelompok umat yang dengan dada teriris dan hati pilu menyaksikan kebobrokan mental tersebut. Bahkan sebagian lainnya menganggap, kasus itu sudah biasa dan lazom terjadi dalam dunia politik. Astaghfirullah. Sungguh sangat memprihatinkan menyaksikan dua fakta yang terjadi di masyarakat sekarang ini. Hukum Allah dihujat sementara jalan-jalan setan semakin mendapat tempat dan bebas melenggang…belum lagi hampir setiap hari masyarakat di nina bobokan dengan sajian informasi infotainment yang sarat dengan ghibah dan sinetron yang penuh dengan budaya permisif, hedonis dan materialis. Jika demikian akan dikemanakan generasi muda kita ? —

Kemudian sang guru berkata, ” Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa kita sadari, kalian semua sedikit demi sedikit menerimanya. “

” Baik, sekarang permainan kedua…” ia melanjutkan. Bu Guru punya Qur’an, Ibu letakkan di tengah karpet. Nah, sekarang kalian berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah tanpa menginjak karpet ? ” Wah, cukup sulit nih, pikir para murid. Mereka berpikir keras. Ada yang punya alternatif jawaban dengan menggunakan tongkat, dll.

Akhirnya sang guru memberikan jalan keluar, ia gulung karpetnya dan ia ambil Qur’annya. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. Kemudian ia menjelaskan,

” Anak-anak, begitulah kondisi umat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak kalian dengan terang-terangan, karena tentu kalian akan menolaknya dengan mentah-mentah. Seorang preman pun tidak akan rela jika Islam dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan ke pinggir, sehingga kalian tidak sadar.”

” Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau membongkar pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu, satu per satu dipindahkan, baru kemudian rumah dihancurkan…”

Yap, begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam dengan terang-terangan, tapi secara perlahan-lahan mencopot kalian. Mulai dari perangai kalian, cara hidup, tingkah laku, model pakaian, dsb, sehingga meskipun kalian muslim tapi kalian telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka inginkan…

Itulah fenomena Ghozwul Fikri ( perang pemikiran ) yang terus berlangsung hingga saat ini. Inilah yang dijalankan musuh-musuh Islam…

– Subhanallah, jelas sekali tampak perang pemikiran itu berlangsung hingga detik ini. Bahkan pertarungan itupun sudah merambah hingga ke sendi-sendi mendasar kehidupan sosial institusi masyarakat kita. Dari mulai yang terkecil yakni keluarga hingga ke tatanan negara. —

Hik, barusan dapat email balasan dari Om Google…deg-degan juga bukanya karena sudah lama dinanti-nanti. Eeeeh, pas dibuka terbaca : your application can not approved, bla, bla..sedih deh rasanya…coz sudah coba berulang kali, ganti2 email juga blog…

Aplikasi apaan seh ? emangnya mu ngelamar kerja ke Om Google ? itu lho, pernah denger adsense ? dengan kita menambahkan adsense di blog/web kita, maka per periodic kita akan dibayar per iklan yag diklik. Benarkah ? bener, sudah banyak bukti beberapa rekan menangguk dolar dari adsense ini, makanya aku jadi penasaran…

Hmm, rasa-rasanya sih sudah bermacam cara kulakukan untuk merayu Om Google biar adsense-ku di-approved. Dari mulai konsultasi ke rekan-rekan IM, modif email, bikin blog baru yang pake bahasa inggris, dst, tapi kenapa ya gak di-approved juga ? herann…padahal pengen juga lho ngerasain gimana rasanya menangguk dolar dari pasang adsense…coba lihat deh disini. Kata Om google, the site is down…kok bisa sih gak bisa kebuka ? Ada pendapat rekan-rekan ? pls helpppp…

“What we focus on, will grow”

apa yang kita fokuskan akan berkembang.

tentu untuk terus berfokus pada satu hal, kita harus
senantiasa berpikir positif, bukan berubah-ubah.

Rejeki itu bukannya seperti angin puyuh yang
berpindah-pindah, namun Rejeki itu seperti tanaman
yang butuh disiram setiap pagi, dan kena sinar
matahari. kalau kita tidak kena sinar matahari (tidak
berusaha, tidak berkeringat) maka tanaman akan layu.

anda bisa melakukan eksperimen:

1. periksa lingkungan anda, barangkali ada seekor
kucing keliaran (tidak ada yang punya). beri dia
sisa-sisa makanan.

lakukan itu setiap pagi sebelum anda berangkat kerja.

kucing itu tidak membutuhkan Wiskaz, atau susu Dancow,
atau Corned Beef. Kucing hanya butuh sisa-sisa
makanan anda.

genap 3 bulan coba perhatikan, apakah dia membawa
pasangannya ke anda. kalau ada yang kucing perempuan,
cobalah anda elus, seminggu sekali.

Tak berapa lama anda akan menyadari kucing perempuan
tersebut akan beranak 5. Apa yang anda fokuskan, akan
bertumbuh. Itu faktor alam.

2. Tahun lalu saya mendapat pohon uang dari adik ipar
saya. katanya kalau pohon ini disiram setiap hari
akan bertumbuh tunas baru, seperti pohon pisang
(pohonnya kecil, cukup ditaruh di pot agak besar).
Genap 2 tahun pohonnya bertunas 8 (ada 8 tangkai,
tidak ada bunga). Akhirnya pot nya saya bagi 2 ke
pot-pot yang lebih besar.

Separo (4 tangkai) saya berikan kakak saya. Separo
lagi saya siram setiap hari. saat ini jumlah tangkai
nya ada 19 tangkai dewasa, belum termasuk tunas-tunas
kecil.

3. Tahun 2003 saya memulai usaha Rekaman ekspress
Talent Box, saya sirami setiap hari, hanya butuh UMR
untuk 2 orang saja, namun terus bertumbuh, sekarang
ada 5 cabang Franchise.

http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2

Sekarang jumlah karyawannya ada 36 orang.

ada 36 orang bekerja, omzet Rp 5 juta per hari
keuntungan dibagi rata, separo untuk karyawan, separo
untuk pemilik (Investor).

4. Tahun lalu saya mulai menulis. Menulis di ilis,
membantu si A, si B, si C, dll. Genap 14 bulan saya
sudah membuat lebih dari 1,000 email tulisan, dan
dibukukan menjadi 6 buah buku yang diterbitkan Elex
Media Komputindo:

* Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani
* Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku
* Pelangi Kehidupan Entrepreneur
* Memasarkan Dengan Hati (terbit 8 November 2006)
* Manajemen Berbasis Nurani (ditulis bersama Ir.
Stefanus Indrayana, MBA.) – Terbit 15 Desember 2006
* Piramida Kebutuhan jiwa (belum terbit)

Anda pikir berapa investasi yang dikeluarkan untuk
menulis 6 buah buku? Hanya Rp 20,000 sehari, untuk
membayar biaya warnet. Kalau kali 14 bulan = Rp
8,000,000 total setahun. Namun kebahagiaan yang saya
peroleh sungguh tak ternilai.

Kalau anda merasa jenuh bekerja, luangkan @ Rp 20,000
per hari selama 14 bulan, dan rasakan Apa yang anda
fokuskan, akan bertumbuh. Itu faktor alam.

salam,
Goenardjoadi Goenawan
Managing Director
ESQCU Training & Consulting
Konsultan Rubrik Bisnis Tabloid Untung, panduan
wirausaha

Masih cerita soal motor nih…sudah hampir sebulan proses klaim asuransi motorku yang hilang diurus. Namun tampaknya tanda-tanda bakal segera cair belum kelihatan. Sudah hampir sebulan ini, aku kembali harus menikmati kemacetan pergi dan pulang kerja dan berlelah-lelah ganti-ganti angkutan umum. Hik…

Yap, gimana nggak. Kalo naik motor perjalanan dari rumah ke kantor paling lambat cuma makan waktu 40 menit. Tapi kalo naik umum, wah…bisa melar jadi 2-3 jam. waks ? apa gak tua dijalan tuh ? hik2x…tapi tak apalah, ini bagian dari perjuangan…

Hari ini aku terima kiriman software untuk pembukuan toko. Wah, semoga saja dengan ini pembukuan toko terutama cashflow-nya bisa lebih baik lagi dan ter-record dengan sempurna. Namun, olala…

Proses install beres. Kemudian aku mulai utak-utik menu-menu yang ada. Wiks, baru nyadar ternyata ini base on MS Access yah. Walah…sebuah program lawas yang sempet bikin aku trauma dari dulu. Trauma ? hehe, yang ini sih di-keep aja dulu deh kenapa bisa sampe begitu panjang ceritanya. Intinya sih, kapok deh kalo pake Access.

Tapi kucoba aja terus. Ini kan emang software pembukuan sederhana. Namun, lama kelamaan kok gak user friendly banget yah tampilannya ? kirain emang bener bisa provide laporan omzet plus profit juga otomatis terhitung, ternyata nggak. Itu baru satu, belum lagi kalo entry-entry data, lah kok gini ? salah ketik dikit, mentok sama perintah-perintah mr. access yang gak semua orang paham. Piuhhh…

Jadi ? Ya, daripada makenya gak nyaman mendingan balikin saja. Untung, ownernya baik banget, bahkan nantangin mau dibalikin uangnya sekarang juga, hehe. Thanks, Pak Joko, gak usah buru-buru gpp, software masih tersimpan rapi di laci. Moga lain kali kita bisa kerjasama lagi ya…